Hi, sepertinya sudah lama sekali nggak nulis-nulis lagi di blog ini. Kali ini mau cerita tentang kehidupan setelah lulus dari kuliah ah, siapa tau aja ada yang sedang dalam kondisi baru lulus dan lagi galau-galaunya. Kebetulan juga kemarin teman sekelas waktu kuliah tiba-tiba Whatsapp dan curhat lagi galau sama perlakuan dari orang-orang sekitar terutama keluarganya. Teman saya ini baru lulus kuliah beberapa bulan yang lalu dan masih belum dapat kerjaan. Dia bilang katanya posisi sekarang ini jadi “serba salah”. “Kemarin belum lulus, salah. Sekarang sudah lulus juga salah”, gitu katanya. Well, saya tau banget sih rasanya karena emang ngalamin juga. Sabar ya, karena orang lain selalu pengin lihat hasil tanpa mau tahu proses di dalamnya.
Seperti postingan sebelumnya di sini, saya lulus kuliah sekitar bulan Februari 2016 terus istirahat dulu (tidur-makan-nonton drama) selama satu bulan baru ngerjain revisian hehe. Beruntungnya proses revisian nggak terlalu lama, walaupun sempat galau karena ditinggal Dosen Penguji 1 ke luar negeri. Kayaknya nggak sampai 5 kali pertemuan akhirnya Dosen Penguji 1 ngasih tandatangan di lembar pengesahan. Kemudian saya datangin Dosen Penguji 2 dan 3, beliau-beliau cuma nanya "ini sudah ditandatanganin Dosen Penguji 1 kan?" sambil lihat-lihat revisian bentar terus ya sudah tandatangan. Jadi sekali ketemu langsung SAH! Alhamdulillah.
Setelah itu ngurusin hard cover dan syarat-syarat buat SKL lainnya untuk ikutan job fair pertama kalinya. Sempat ada drama sih pas ngambil SKL gara-gara kurang 1 soft copy skripsi buat dikumpulin tapi itu kondisinya sudah sore, fakultas mau tutup dan saya harus dapatin SKL sore itu juga karena besoknya mau ke Job Fair. Setelah ngemis-ngemis sambil mata berlinang *tsaelah* akhirnya dikasih juga.
Terus besoknya ke Job Fair dan agak kecewa karena booth perusahaannya cuma sedikit itupun kebanyakan untuk posisi Sales & Marketing. Saran saya sih kalau mau ikut Job Fair lebih baik cari yang event-nya beneran besar dan niat. Jadi nggak ngerasa sia-sia buat tebar CV. Selain itu, saya datang juga ke Job Fair di Balai Kartini Jakarta dan yang ngadain event-nya adalah Jobstreet. Puas banget tebar-tebar CV-nya karena booth perusahaan banyak dan buat berbagai macam jurusan. Saingannya juga pasti lebih banyak tapi nggak ada salahnya buat usaha kan apalagi dapat banyak goody bag hahaha. Tips buat ikutan job fair, nggak usah bawa amplop coklat karena pasti bakal dibuang, tinggal kumpulin cover letter, cv dan syarat lainnya aja. Dari job fair di Balai Kartini lumayan ada beberapa panggilan interview tapi sayangnya belum ada yang cocok.
Selain ikut job fair, apa lagi yang harus dilakukan buat dapat pekerjaan? Cari-cari info lowongan pekerjaan di internet tentunya. Manfaatin semua sosmed yang kamu punya dengan baik. Misalnya twitter, walaupun kata orang-orang twitter sudah sepi. Saya salah satu yang masih setia karena saya bisa dapat informasi lebih cepat di twitter. Oh iya, kamu bisa follow akun-akun HRD perusahaan atau info loker. Kamu juga bisa search keyword dengan mudah misalnya: lokerjakarta, lokerbandung, loker video editor, socmed officer dan lain-lain sesuai dengan informasi yang diinginkan. Sementara untuk Instagram, kamu bisa cari keyword tersebut dengan menggunakan hashtag ya. Selain itu, Facebook juga masih bisa digunakan lho, kamu bisa gabung di group-group yang aktif share tentang loker. Kamu juga wajib (nggak gitu juga sih haha) punya akun Linkedin dan Jobstreet. Jadi kalau Linkedin itu semacam CV online dan banyak info tentang loker juga. Jobstreet pun sama kayak Linkedin, tapi di Jobstreet kamu haru lebih berhati-hati, karena saya sempat 2 kali dapat panggilan buat interview nah terus googling tentang perusahaannya eh banyak yang share kalau perusahaan itu ujung-ujungnya menjurus ke MLM. Pokoknya kalau kamu dapat panggilan interview dari manapun, pastikan kamu cari info lebih dulu tentang perusahaannya.
Kayaknya hampir tiap hari setelah dapat SKL itu saya nyari informasi tentang loker terus sampai tiap saya beli suatu produk, saya suka lihat kemasannya buat tahu produk tersebut dari perusahaan mana. Kemudian saya langsung visit website-nya dan tentunya pilih bagian karir hahaha. Biasanya di web perusahaan tertera alamat email buat kamu apply lamaran atau bisa langsung isi form di web tersebut. Kalau saya pribadi sih lebih senang kalau yang langsung kirim lewat email karena bisa lebih detail cerita di cover letter, kalau isi form biasanya cuma data diri dan upload CV aja tapi ada juga yang form pertanyaannya lebih detail kok.
Terus kalau sudah ngelakuin hal itu semua tapi belum ada panggilan juga gimana? Tenang aja, mungkin belum waktu dan rezekinya. Nggak usah sedih kalau kamu dapat rejection email atau seringnya sama sekali nggak ada balasan. Jangan putus semangat. Saya pribadi juga ngalamin hal yang sama, entah berapa ratus email yang saya kirim tanpa ada kepastian *tsaelah*. Sedih iya, putus asa jangan.
Saya terlahir jadi anak bungsu tapi saya nggak mau dilabelin anak yang nggak mandiri. Proses skripsian sama nyari kerja itu benar-benar harus usaha sendiri dan jadi ajang pembuktiaan juga ke orangtua bahwa saya sudah dewasa dan bisa lakuin semuanya sendiri. Karena saya dari SD sampai kuliah nggak pernah jauh dari rumah, makannya saya berusaha banget buat dapatin pekerjaan di luar kota biar bisa ngerasain jadi anak kost. Waktu ada panggilan kerja di Jakarta dan Bandung pun saya pergi sendiri dengan penuh keberanian tanpa takut diculik, eh nggak ada yang mau nyulik juga kali ya hahaha.
Well, alhamdulillah 5 bulan setelah lulus saya resmi jadi pekerja kantoran. Saat ini saya bekerja di salah satu perusahaan E-Commerce dan sudah jalan 9 bulan, bentar lagi mau lahiran nih hahaha. Pokoknya buat teman-teman jobseeker di manapun kalian berada, semangat terus usaha dan doanya. Mungkin next postingan kalau mood terkumpul saya akan share sedikit tentang CV dan Cover Letter untuk ngelamar kerja. Well, I'm not an expert anyway. Lulus juga baru tahun kemarin kok tapi karena ilmu yang saya dapat juga dari orang-orang yang share di internet, saya merasa harus share ke yang lain juga. Semoga postingannya bukan cuma wacana ya. *ngomong ke diri sendiri*.
Ok, terima kasih sudah mau-maunya membaca postingan ini. See ya!


0 komentar:
Posting Komentar