Kalau ada orang yang nanya "apa lagu The Beatles Favoritmu?", tentu saya nggak bisa jawab karena terlalu banyak lagu The Beatles yang saya suka. Beda lagi kalau ada yang nanya "Martabak favoritmu apa?", saya bisa langsung jawab dengan sigap, "Martabak Assen".
Bagi warga Serang, Cilegon dan Pandeglang. Martabak legendaris ini sudah nggak asing lagi di telinga maupun di lidah. Kalau kata kardus pembungkus martabaknya, Martabak Bangka Special "ASSEN" Sungai Liat ini sudah berdiri sejak tahun 1980. Kalau saya sih pertama kali nyicipin Martabak Assen di awal tahun 2000-an yang letaknya di Jl. Pangeran Diponegoro, Kotabaru, Kota Serang.
Kedai martabak yang buka dari sore sampai malam hari ini menjual martabak manis, martabak telur dan pukis. Untuk pilihan topping-nya standar dan nggak sebanyak seperti martabak kekinian, di antaranya ada coklat, keju, durian, kismis dan kacang. Nah menurut saya, hal itulah yang jadi ciri khas dan mempertahankan cita rasa martabak itu sendiri. *tsaelah*. Terus rasanya gimana? Tentu enaknya bukan main haha. Martabak manisnya yang legit dan terbilang "basah". Nih bayangin ya, lelehan-lelehan campuran margarin-wysman-keju- susu-coklat terkumpul di bawah dan paling enak dimakan pakai sendok sampai tetesan terakhir. Sementara kalau martabak telurnya sendiri tebal dan garing. Apalagi kuah cukanya yang bikin ketagihan. Sedangkan saya nggak bisa komentar banyak untuk Pukisnya karena saya pribadi bukan penggemar berat Pukis. Maafkan.
Harganya sendiri masih terjangkau, saya beli martabak manis keju coklat dan martabak telur cuma 50 ribuan saja. Harganya tidak terlalu murah namun tidak terlalu mahal juga, standar lah ya. Jadi menurut saya, Martabak Assen adalah Martabak terbaik se-Serang, Cilegon dan Pandeglang. Karena Martabak Assen cuma punya cabang di 3 daerah itu aja sih. Oh iya, saya juga pernah nyobain martabak yang kalau kata teman saya paling enak di Tangerang, tapi hati saya tetap jatuh ke Martabak Assen hahaha. Kalau menurut kamu ada Martabak lain yang lebih enak, coba kabarin saya biar bisa nyicipin. Siapa tahu pendirian saya berubah hehe.


0 komentar:
Posting Komentar