Search

Content

Selasa, 14 Juni 2016

Haruskah Berdebat?

Setiap bulan Puasa selalu saja ada perdebatan tentang "hormati orang yang berpuasa" vs "hormati orang yang tidak berpuasa". Pro dan kontra menghiasi media massa, elektronik dan sosial. Terlebih dengan adanya pemberitaan razia warung makan di Serang Banten. Dimana seorang ibu bernama Saeni (53) menangis ketika makanan di warungnya diangkut oleh Satpol PP. Hal ini mengundang simpati dari netizen, bahkan mereka melakukan donasi untuk ibu Eni hingga mencapai 200 juta lebih dalam waktu kurang dari 2 hari.



Saya di sini hanya ingin berpendapat. Saya merupakan warga Kota Serang. Saya memang tahu ada peraturan dilarang berjualan makanan saat siang hari di bulan Ramadhan. Hal ini diatur pada Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pencegahan, Pemberantasan, dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat. Namun dari beberapa tahun pula setiap lihat peraturan ini di koran, saya selalu tidak setuju. Saya merasa hal tersebut keterlaluan, terlebih jika melanggar dapat dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama 3 (tiga) atau denda paling banyak Rp 50.000.000. Baca selengkapnya di sini.



Kenapa saya tidak setuju?

Pertama, saya merasa tersinggung karena dianggap memiliki Iman yang lemah. Masa cuma karena lihat orang makan kita jadi ikutan batal puasa? Yah nggak dong. Mau ada yang minum es campur pas Siang terik di depan kita kalau kita niat puasa mah yah nggak bakal tergoda. Kita bukan generasi manja, kan?

Kedua, menyuruh orang untuk tidak berdagang sama saja dengan menghalangi rezeki orang lain.

Ketiga, tidak semua warga Serang beragama Islam dan tidak semuanya berpuasa, karena ada hal-hal tertentu yang membolehkan untuk tidak berpuasa. Saya jadi ingat di tahun 2014 ketika beberapa foreigners yang yang saya temani saat mengikuti project di Serang mengaku kesulitan untuk makan karena semua warung makan pada tutup di bulan Puasa. Bayangin aja wajah-wajah lemas mereka huhu. Kalaupun ada yang tidak berpuasa karena malas dan sebagainya. Yah itu urusan mereka dengan Tuhan.

Saya berpikir bahwa pemberitaan bu Eni menjadi viral merupakan hal yang baik karena sudah saatnya Pemerintah Kota Serang berintrospeksi dan mendengarkan pendapat masyarakat. Sejujurnya, sangat sulit bagi warga Serang untuk memberikan kritik dan saran bagi Pemerintah karena tidak adanya wadah untuk hal tersebut. Saya iri dengan warga Kota Bandung dan Jakarta yang dimana pemimpin mereka membuka akses selebar-lebarnya bagi masyarakat yang ingin memberikan kritik dan saran untuk Pemerintah. Salut!

Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, namun bukan berarti negara Islam. Maka, seorang pemimpin di Indonesia baik negara dan daerah harus menjadi pemimpin untuk semua umat. Bahkan Menteri Agama pun harus adil mengurusi semua agama.

Ini hanya pendapat saya, kalau kamu punya pendapat lain yah silakan. Semua punya hak untuk berpendapat, tapi jangan lupa untuk menggunakan etika dan sopan santun. Jadilah pengguna media sosial yang bijak dan cerdas, jangan mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, jika ingin membandingkan hal satu dan lainnya, usahakan untuk apple to apple yah biar tidak melenceng ke mana-mana. Have a great day!

0 komentar:

A's

TODAY

Favorite Blogger