Search

Content

0 komentar

Review Buku: Dilan, Dia adalah Dilanku Tahun 1991

Siapa di sini yang sudah nggak sabar buat nonton film Dilan, Dia adalah Dilanku Tahun 1991 hayoooo? Setelah Dilan, Dia adalah Dilanku Tahun 1990 sukses merebut perhatian banyak orang dari berbagai kalangan dan usia, sebentar lagi kita bakal lihat kelanjutan kisah cinta Dilan-Milea di bioskop nih. Meski bukunya sendiri terbit di tahun 2015, kali ini aku bakal mengulas kembali, siapa tau masih ada yang belum baca atau mau mengingat-ingat lagi hehe.


Pidi Baiq, sang penulis memang jago banget soal urusan meramu kata-kata sampai bikin para pembaca terbawa perasaan atau baper. Apalagi di bukunya, Pidi menulis dari sudut pandang seorang wanita yang tak lain adalah Milea. Untuk latar belakang tempatnya pun masih banyak bercerita di Bandung, dimana kalau baca buku ini jadi pengin punya mesin waktu terus pergi ke Bandung di tahun 1990-an. Bandung yang kata Dilan masih sepi dan adem banget.

Jika di buku pertama kita dibawa melihat kisah Dilan-Milea saat proses PDKT sampai jadian dimana Dilan banyak mengeluarkan gombalan maut yang receh tapi tetap bikin sayang hahaha. Tenang, di buku kedua ini juga masih ada kok, tapi secara keseluruhan ceritanya lebih menitikberatkan tentang konflik yang terjadi di antara Dilan-Milea yang bikin pembaca jadi galau dan nyesek pokoknya. Dalam buku ini, karakter Milea semakin posesif dan khawatir dengan Dilan, tau sendiri kan bagaimana Milea nggak suka banget sama geng motornya Dilan yang sering tawuran itu, apalagi Dilan seorang Panglima Tempur. Benar saja dong, ada masalah terjadi pada geng motor Dilan dan tentunya berpengaruh besar pada kehidupan percintaan Dilan-Milea.

Parasnya Milea yang cantik juga membuat banyak pria berusaha mendekati Milea, sebut saja Kang Adi, guru les Milea yang belum nyerah juga mengeluarkan modus-modus basinya. Selain itu, ada juga kehadiran Yugo, sepupu Milea yang memiliki paras tampan karena blasteran Belgia. Sayangnya, kelakuannya bikin geram sampai-sampai melakukan hal kelewat batas terhadap Milea. Oh iya, ada juga pak Dedi, guru Milea yang turut ngemodusin Milea dengan cara-cara yang bikin ilfeel hahaha.

Melihat bagaimana kisah Dilan-Milea di buku pertaman yang  sweet banget, ternyata ending cerita di buku kedua ini bikin saya sedikit kesal dan gak terima. Sampai bikin bertanya-tanya seperti, "lho kok gini? kenapa gak gitu? duh, ya ampun". Jadi bikin nggak sabar juga nih buat nonton filmnya. Semoga sesuai ekspektasi ya!

"Tujuan pacaran adalah untuk putus, bisa karena menikah, bisa karena berpisah." - Pidi Baiq (1972-2098)

PS. Waktu buku Dilan ini ditandatangani oleh Ayah Pidi Baiq, ternyata dia juga melakukan beberapa revisi dengan mencoret beberapa kata. Sudah seperti konsultasi dengan dosen pembimbing skripsi saja hahaha.

      
Baca selengkapnya »
0 komentar

Jalan-jalan ke Museum MACAN, Tak Sekadar Instagramble


Kalau kamu termasuk yang sudah bosan berakhir pekan di Mall, jalan-jalan ke Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara) bisa jadi pilihan. Museum yang terletak di Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini terbilang berbeda dari museum lainnya di Indonesia. Sama sekali nggak membosankan, justru bawaannya pengin berlama-lama apalagi kalau kamu si narsis yang gemar berfoto. Banyak spot di Museum MACAN yang instagramable banget.

Oh iya, mulai tanggal 12 Mei - 9 September 2018 di Museum MACAN lagi ada pameran dari Yayoi Kusama: Life is The Heart of Rainbow. Ini adalah pameran skala besar pertama Kusama yang dipresentasikan di Indonesia dan mencakup lebih dari 130 karya.

Bagi yang belum tahu, Yayoi Kusama adalah seniman kontemporer Jepang yang berkecimpung di bidang pematungan dan instalasi. Ia juga aktif di bidang seni lukis, seni pertunjukan, film, mode, syair, fiksi, dan lain-lain. Kalau kalian melihat banyak karya Kusama yang berbentuk polkadot, ternyata ada cerita di balik itu semua lho. Jadi, Kusama sebelumnya tidak didukung menjadi seniman oleh keluarganya apalagi saat itu kondisi Jepang sedang dalam masa pemulihan dari kekalahan tragis pada Perang Dunia II dan bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945.

Hal itu berdampak kuat bagi psikis Kusama yang rapuh dan sejak kecil ia telah mengalami halusinasi. Di mana dalam halusinasinya itulah pikiran Kusama dipenuhi polkadot, yang kemudian menjadi obsesinya dalam berkarya.

Kalau kamu mau berkunjung dalam waktu dekat, disarankan untuk membeli tiket melalui online agar tak perlu mengantre lagi. Jadi kamu hanya memperlihatkan e-ticket di handphone lalu di-scan barcode deh sama petugas di sana. Harga tiket untuk dewasa (Rp100.000,-), pelajar (Rp90.000,-) dan anak (Rp80.000). Tiket hanya berlaku selama 2 jam dan bisa dipesan di sini ya.

Selain itu, sebaiknya gunakan alas kaki yang nyaman karena tempatnya cukup luas dan yang paling penting adalah taati peraturan yang berlaku. Pengunjung Museum MACAN ini terbilang cukup ramai terutama di akhir pekan. Jadi jangan kaget kalau ada antrean panjang saat ingin melihat instalasi, beberapa juga diberikan durasi yang hanya sepersekian detik saja agar bisa bergantian dengan pengunjung lain. Kalau kamu mau foto di dalam, sebaiknya persiapkan handphone dalam mode kamera saat dari luar. Kamera yang boleh digunakan hanya handphone saja dan tanpa menggunakan flash.


Menurut saya, sebenarnya mengabadikan momen di Museum MACAN sah-sah saja selama pengunjung mentaati peraturan dan tidak mengganggu pengunjung lain yang benar-benar ingin melihat karya seni. Oh iya, pastikan juga kamu tidak asal pegang karya yang ada. Karena masih banyak pengunjung yang bandel dan nekat lho. Waktu saya ke sana bahkan ada yang memeluk bola besar di bagain Dots Obsession, sampai deg-degan melihatnya. Duh, jangan sampai demi konten kamu jadi melanggar peraturan ya! Karena banyak cerita menarik di balik karya yang dibuat para seniman dan we have to respect them.

Sementara biar nggak bingung dengan alur instalasi mana yang harus dilihat terlebih dahulu, kamu bisa melihatnya di guide book yang diberikan petugas saat masuk yang dilengkapi juga dengan penjelasannya.

Oh iya, kalau kamu mengincar banget buat melihat instalasi Infinity Mirrored Room yang hits itu, sudah dipastikan antreannya bakal panjang banget bisa sampai 30 menitan. Saya sendiri tidak jadi mengantre karena durasi tiket yang sudah mau habis. Nah, mungkin saat baru datang kamu bisa langsung antre instalasi itu baru kemudian ke instalasi yang lain.

Kalau saya pribadi paling suka dengan instalasi Art and Body Performance, khusus instalasi ini pengunjung tidak boleh mendokumentasikan apapun dan harus berusia 18+ karena ada konten yang dikategorikan untuk dewasa. Menurut saya, di instalasi ini saya bisa mengenal lebih dekat Yayoi Kusama. Di ruangan dengan aura yang lebih "dark" ini banyak terpajang foto-foto Kusama saat masih muda, saya nggak habis pikir sih kok di zaman itu dia terlihat keren dan aesthetic banget. Bahkan seperti foto-foto di tahun sekarang yang dipakai filter "vintage" ataupun "black and white".


Jangan sungkan juga untuk bertanya ke para Asisten Museum yang selalu standby di beberapa titik. Mereka sangat membantu dan memberikan penjelasan dengan rinci. Untuk Museum MACAN ini sifatnya permanen ya, namun untuk pamerannya bisa berganti-ganti.
Baca selengkapnya »
0 komentar

Payung Teduh dan Segala Kisah Karenanya

Belum lama ini saya dan banyak penikmat musik Payung Teduh dibuat sedih karena Is, sang vokalis, mengumumkan dirinya hengkang dari grup musik yang sudah membesarkan namanya itu. Namun ternyata, tak hanya Is saja. Comi sang pemain contra bass pun turut mengikuti jejaknya.

Padahal, nama Payung Teduh semakin populer akhir-akhir ini karena single terbaru yang mereka keluarkan yaitu, "Akad". Lagu itu bercerita tentang seorang pria yang jatuh cinta dan ingin mempersunting si wanita idaman. 

Bila nanti saatnya telah tiba
Kuingin kau menjadi istriku
Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan
Berlarian kesana-kemari dan tertawa 

Dengan kalimat-kalimat manis dan musik yang memanjakan telinga, music video yang mereka upload di YouTube pun bahkan mencapai 3 juta viewers hanya dalam sebula.

Popularitas Payung Teduh tentu naik drastis dibandingkan pertama kali saya mendengar "Resah" di awal masa perkuliahan sekitar tahun 2011.

Masih ingat jelas pertama kali menemukan musik mereka dari akun Last FM senior di Kampus. Agak jadul ya haha, harap maklum dulu belum ada Spotify. Kemudian saya lanjut mendengarkan lagu-lagu Payung Teduh lainnya. Ketagihan lah saya saat itu dan mulai meracuni teman-teman di Kampus.  Setiap saya kasih dengar lagu Payung Teduh, entah berapa banyak yang bilang kalau musiknya terkesan "seram". Tapi ujung-ujungnya mereka juga menikmati dan ikut-ikutan galau~

Bertahun-tahun jadi penikmat musik Payung Teduh, tapi saya belum juga kesampaian menyaksikan penampilan mereka secara langsung. Kemudian di akhir tahun 2015, saya bertemu dengan teman-teman yang punya passion sama untuk buat music event. Nah, karena di daerah Serang-Cilegon ini minim hiburan dan acara anak muda. Jadilah kita semua nekat bikin acara sendiri dan mendatangkan Payung Teduh di "Hello December."

Hari itu adalah salah satu momen yang penting di hidup saya. Senangnya berlapis-lapis, selain bisa berkenalan langsung dengan para musisi favorit. Saya juga dapat banyak pengalaman yang luar biasa.

Banyak sekali hal-hal di hidup saya yang terjadi karena Payung Teduh. Karena bagi saya, Payung Teduh bukan hanya sebuah band biasa.

 


Terima kasih mas Is, mas Comi, mas Cito dan mas Ivan.
Terima kasih atas semua karya-karya kalian yang luar biasa.
Semoga Tuhan selalu menyertai di jalan yang kalian pilih masing-masing.
Baca selengkapnya »
0 komentar

Review: Wardah Hairfall Treatment Shampoo, Solusi Rambut Rontok

Halo, apa kabar semua? Semoga baik-baik ya. Udah lama banget nggak nulis di sini. Kalau ini rumah, pasti sarang laba-labanya udah di mana-mana. *bersih-bersih* 


By the way, kali ini aku tiba-tiba aja pengin nulis review tentang satu produk shampoo. Iya tiba-tiba aja kepikiran gitu karena aku puas sama hasilnya, jadi menurutku kabar baik ini harus segera disebarluaskan. Nggak, ini bukan review bayaran. Siapa juga lah aku ini, hanya remahan Jas Jus. *nangis di pojokkan*


Jadi gini, semenjak kuliah, aku tuh punya masalah rambut rontok yang nggak kunjung teratasi. Udah nyoba macem-macem merek shampoo tapi kok ya nggak mempan gitu. Apalagi pas aku memutuskan berhijab di pertengahan kuliah dimana seharusnya aku kasih perhatian lebih buat rambut, eh ini malah yang makin sebodo amat karena mikirnya nggak ada yang lihat juga, kan. Bahkan aku sering potong rambut sendiri saking malesnya ke Salon hahahahaha.


Terus, kerontokan rambut ini makin berasa banget pas aku kerja. Saking banyaknya yang rontok, aku bahkan takut rambutku tiba-tiba botak huhuhu.


Selama ini aku sering gonta-ganti shampoo karena ngikutin aja apa yang mama beli buat di rumah. Nah, semenjak kerja dan nge-kost sendiri. Otomatis aku beli keperluan pribadi sendiri. Jadi aku nyoba lah berbagai macam merek shampoo yang judulnya bisa mengatasi rambut rontok dan juga khusus hijabers. Tapi hasilnya ya nihil. Rambutku masih banyak banget yang rontok, apalagi karena kan aku nge-kost dengan kamar yang terbilang kecil. Jadi ya kamar suka jadi kotor gara-gara rambut, capek juga nyapuinnya. *sigh*


Kemudian, suatu hari aku pergi ke Mini Market buat belanja bulanan. Terus lihat Wardah Hairfall Treatment Shampoo. Iya, Wardah sekarang ngeluarin produk shampoo. Terus aku tertarik gitu, padahal belum pernah baca review-nya sama sekali. 




Kenapa aku tertarik buat beli? 


1. Hairfall treatment. Secara rambutku masih aja rontok, kan. 
2. Aku suka warna packaging-nya, kalem dan warna khas Wardah. 
3. Harganya lebih murah daripada shampoo yang aku pakai sebelumnya. Ini paling penting sih hahahaha. Kalau nggak salah, harganya sekitar Rp 30 ribu.


Terus tanpa nungguin shampoo yang sebelumnya habis, aku langsung pakai shampoo Wardah. Aku keramas rutin 2 hari sekali. Pemakaiannya kadang habis bilas, aku pakai lagi shampoo-nya. Kadang juga nggak. Tergantung lagi buru-buru apa nggak pas mandi hahaha. Untuk wanginya, ya wangi. Tapi biasa aja, nggak yang wangi banget gitu. 


Sejujurnya sih nggak ada ekspektasi apa-apa dengan shampoo Wardah di awal beli. Karena ku sudah lelah di-PHP-in sama merek lainnya. 


Setelah pemakaian hampir sebulan, aku malah baru "ngeh" beberapa hari ini. Tiba-tiba aku ngerasa "Lho kok rambutku sekarang rontoknya udah nggak banyak ya?". Padahal biasanya rapuh banget dan rontok di mana-mana, kayak di sisir, ikat rambut dan di lantai kamarku. Sekarang bahkan berkurang sekitar 70%. Setelah aku pikir-pikir, penyebabnya sudah dipastikan karena aku pakai shampoo Wardah. Rasanya itu senang banget pas akhirnya bisa nemuin shampoo yang cocok selama 24 tahun aku hidup. Terharu pokoknya. Ini nggak dilebih-lebihkan, lho. 




Karena aku puas banget sama produk ini, makannya aku sampai tiba-tiba bikin review di blog. Aku itu kalau puas sama produk yang dipakai, bawaannya pengin mengabdi ke Perusahaan yang buatnya hahaha. Hire me, Wardah! *shameless*


Terus apa aja sih yang terkandung di dalam Wardah Hairfall Treatment Shampoo


1. ScentLock Fragrance yang bikin wangi tahan lama. 
2. Ginseng Extract yang bantu ngurangin rambut rontok.
3. Rosemary Extract yang fungsinya buat menutrisi rambut. 
4. Keratin yang bikin batang rambut semakin kuat. 


Untuk ingredients lainnya silakan lihat foto di bawah ini ya. 




Jadi intinya, rambutku rontok karena ya kekurangan nutrisi hahaha. Oh iya, shampoo Wardah juga ada yang khusus buat atasi ketombe dan lain-lain gitu. Mungkin kalau rambut rontok ini sudah teratasi sepenuhnya, aku bakal nyoba jenis lainnya. 


Pokoknya, terima kasih banyak untuk Wardah dan kamu yang sudah baca sampai kalimat terakhir ini. 


Much love. 
Baca selengkapnya »
0 komentar

The Best Martabak in Town

Kalau ada orang yang nanya "apa lagu The Beatles Favoritmu?", tentu saya nggak bisa jawab karena terlalu banyak lagu The Beatles yang saya suka. Beda lagi kalau ada yang nanya "Martabak favoritmu apa?", saya bisa langsung jawab dengan sigap, "Martabak Assen".


Bagi warga Serang, Cilegon dan Pandeglang. Martabak legendaris ini sudah nggak asing lagi di telinga maupun di lidah. Kalau kata kardus pembungkus martabaknya, Martabak Bangka Special "ASSEN" Sungai Liat ini sudah berdiri sejak tahun 1980. Kalau saya sih pertama kali nyicipin Martabak Assen di awal tahun 2000-an yang letaknya di Jl. Pangeran Diponegoro, Kotabaru, Kota Serang. 

Kedai martabak yang buka dari sore sampai malam hari ini menjual martabak manis, martabak telur dan pukis. Untuk pilihan topping-nya standar dan nggak sebanyak seperti martabak kekinian, di antaranya ada coklat, keju, durian, kismis dan kacang. Nah menurut saya, hal itulah yang jadi ciri khas dan mempertahankan cita rasa martabak itu sendiri. *tsaelah*. Terus rasanya gimana? Tentu enaknya bukan main haha. Martabak manisnya yang legit dan terbilang "basah". Nih bayangin ya, lelehan-lelehan campuran margarin-wysman-keju- susu-coklat terkumpul di bawah dan paling enak dimakan pakai sendok sampai tetesan terakhir. Sementara kalau martabak telurnya sendiri tebal dan garing. Apalagi kuah cukanya yang bikin ketagihan. Sedangkan saya nggak bisa komentar banyak untuk Pukisnya karena saya pribadi bukan penggemar berat Pukis. Maafkan.



Harganya sendiri masih terjangkau, saya beli martabak manis keju coklat dan martabak telur cuma 50 ribuan saja. Harganya tidak terlalu murah namun tidak terlalu mahal juga, standar lah ya. Jadi menurut saya, Martabak Assen adalah Martabak terbaik se-Serang, Cilegon dan Pandeglang. Karena Martabak Assen cuma punya cabang di 3 daerah itu aja sih. Oh iya, saya juga pernah nyobain martabak yang kalau kata teman saya paling enak di Tangerang, tapi hati saya tetap jatuh ke Martabak Assen hahaha. Kalau menurut kamu ada Martabak lain yang lebih enak, coba kabarin saya biar bisa nyicipin. Siapa tahu pendirian saya berubah hehe. 



Baca selengkapnya »
0 komentar

Sudah Lulus Kuliah, Terus Ngapain?

Hi, sepertinya sudah lama sekali nggak nulis-nulis lagi di blog ini. Kali ini mau cerita tentang kehidupan setelah lulus dari kuliah ah, siapa tau aja ada yang sedang dalam kondisi baru lulus dan lagi galau-galaunya. Kebetulan juga kemarin teman sekelas waktu kuliah tiba-tiba Whatsapp dan curhat lagi galau sama perlakuan dari orang-orang sekitar terutama keluarganya. Teman saya ini baru lulus kuliah beberapa bulan yang lalu dan masih belum dapat kerjaan. Dia bilang katanya posisi sekarang ini jadi “serba salah”. “Kemarin belum lulus, salah. Sekarang sudah lulus juga salah”, gitu katanya. Well, saya tau banget sih rasanya karena emang ngalamin juga. Sabar ya, karena orang lain selalu pengin lihat hasil tanpa mau tahu proses di dalamnya.




Seperti postingan sebelumnya di sini, saya lulus kuliah sekitar bulan Februari 2016 terus istirahat dulu (tidur-makan-nonton drama) selama satu bulan baru ngerjain revisian hehe. Beruntungnya proses revisian nggak terlalu lama, walaupun sempat galau karena ditinggal Dosen Penguji 1 ke luar negeri. Kayaknya nggak sampai 5 kali pertemuan akhirnya Dosen Penguji 1 ngasih tandatangan di lembar pengesahan. Kemudian saya datangin Dosen Penguji 2 dan 3, beliau-beliau cuma nanya "ini sudah ditandatanganin Dosen Penguji 1 kan?" sambil lihat-lihat revisian bentar terus ya sudah tandatangan. Jadi sekali ketemu langsung SAH! Alhamdulillah.

Setelah itu ngurusin hard cover dan syarat-syarat buat SKL lainnya untuk ikutan job fair pertama kalinya. Sempat ada drama sih pas ngambil SKL gara-gara kurang 1 soft copy skripsi buat dikumpulin tapi itu kondisinya sudah sore, fakultas mau tutup dan saya harus dapatin SKL sore itu juga karena besoknya mau ke Job Fair. Setelah ngemis-ngemis sambil mata berlinang *tsaelah* akhirnya dikasih juga.

Terus besoknya ke Job Fair dan agak kecewa karena booth perusahaannya cuma sedikit itupun kebanyakan untuk posisi Sales & Marketing. Saran saya sih kalau mau ikut Job Fair lebih baik cari yang event-nya beneran besar dan niat. Jadi nggak ngerasa sia-sia buat tebar CV. Selain itu, saya datang juga ke Job Fair di Balai Kartini Jakarta dan yang ngadain event-nya adalah Jobstreet. Puas banget tebar-tebar CV-nya karena booth perusahaan banyak dan buat berbagai macam jurusan. Saingannya juga pasti lebih banyak tapi nggak ada salahnya buat usaha kan apalagi dapat banyak goody bag hahaha. Tips buat ikutan job fair, nggak usah bawa amplop coklat karena pasti bakal dibuang, tinggal kumpulin cover letter, cv dan syarat lainnya aja. Dari job fair di Balai Kartini lumayan ada beberapa panggilan interview tapi sayangnya belum ada yang cocok.

Selain ikut job fair, apa lagi yang harus dilakukan buat dapat pekerjaan? Cari-cari info lowongan pekerjaan di internet tentunya. Manfaatin semua sosmed yang kamu punya dengan baik. Misalnya twitter, walaupun kata orang-orang twitter sudah sepi. Saya salah satu yang masih setia karena saya bisa dapat informasi lebih cepat di twitter. Oh iya, kamu bisa follow akun-akun HRD perusahaan atau info loker. Kamu juga bisa search keyword dengan mudah misalnya: lokerjakarta, lokerbandung, loker video editor, socmed officer dan lain-lain sesuai dengan informasi yang diinginkan. Sementara untuk Instagram, kamu bisa cari keyword tersebut dengan menggunakan hashtag ya. Selain itu, Facebook juga masih bisa digunakan lho, kamu bisa gabung di group-group yang aktif share tentang loker. Kamu juga wajib (nggak gitu juga sih haha) punya akun Linkedin dan Jobstreet. Jadi kalau Linkedin itu semacam CV online dan banyak info tentang loker juga. Jobstreet pun sama kayak Linkedin, tapi di Jobstreet kamu haru lebih berhati-hati, karena saya sempat 2 kali dapat panggilan buat interview nah terus googling tentang perusahaannya eh banyak yang share kalau perusahaan itu ujung-ujungnya menjurus ke MLM. Pokoknya kalau kamu dapat panggilan interview dari manapun, pastikan kamu cari info lebih dulu tentang perusahaannya.

Kayaknya hampir tiap hari setelah dapat SKL itu saya nyari informasi tentang loker terus sampai tiap saya beli suatu produk, saya suka lihat kemasannya buat tahu produk tersebut dari perusahaan mana. Kemudian saya langsung visit website-nya dan tentunya pilih bagian karir hahaha. Biasanya di web perusahaan tertera alamat email buat kamu apply lamaran atau bisa langsung isi form di web tersebut. Kalau saya pribadi sih lebih senang kalau yang langsung kirim lewat email karena bisa lebih detail cerita di cover letter, kalau isi form biasanya cuma data diri dan upload CV aja tapi ada juga yang form pertanyaannya lebih detail kok.

Terus kalau sudah ngelakuin hal itu semua tapi belum ada panggilan juga gimana? Tenang aja, mungkin belum waktu dan rezekinya. Nggak usah sedih kalau kamu dapat rejection email atau seringnya sama sekali nggak ada balasan. Jangan putus semangat. Saya pribadi juga ngalamin hal yang sama, entah berapa ratus email yang saya kirim tanpa ada kepastian *tsaelah*. Sedih iya, putus asa jangan. 

Saya terlahir jadi anak bungsu tapi saya nggak mau dilabelin anak yang nggak mandiri. Proses skripsian sama nyari kerja itu benar-benar harus usaha sendiri dan jadi ajang pembuktiaan juga ke orangtua bahwa saya sudah dewasa dan bisa lakuin semuanya sendiri. Karena saya dari SD sampai kuliah nggak pernah jauh dari rumah, makannya saya berusaha banget buat dapatin pekerjaan di luar kota biar bisa ngerasain jadi anak kost. Waktu ada panggilan kerja di Jakarta dan Bandung pun saya pergi sendiri dengan penuh keberanian tanpa takut diculik, eh nggak ada yang mau nyulik juga kali ya hahaha.

Well, alhamdulillah 5 bulan setelah lulus saya resmi jadi pekerja kantoran. Saat ini saya bekerja di salah satu perusahaan E-Commerce dan sudah jalan 9 bulan, bentar lagi mau lahiran nih hahaha. Pokoknya buat teman-teman jobseeker di manapun kalian berada, semangat terus usaha dan doanya. Mungkin next postingan kalau mood terkumpul saya akan share sedikit tentang CV dan Cover Letter untuk ngelamar kerja. Well, I'm not an expert anyway. Lulus juga baru tahun kemarin kok tapi karena ilmu yang saya dapat juga dari orang-orang yang share di internet, saya merasa harus share ke yang lain juga. Semoga postingannya bukan cuma wacana ya. *ngomong ke diri sendiri*.

Ok, terima kasih sudah mau-maunya membaca postingan ini. See ya!  

Baca selengkapnya »

A's

TODAY

Favorite Blogger