Kalau kamu termasuk yang sudah bosan berakhir pekan di Mall, jalan-jalan ke Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara) bisa jadi pilihan. Museum yang terletak di Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini terbilang berbeda dari museum lainnya di Indonesia. Sama sekali nggak membosankan, justru bawaannya pengin berlama-lama apalagi kalau kamu si narsis yang gemar berfoto. Banyak spot di Museum MACAN yang instagramable banget.
Oh iya, mulai tanggal 12 Mei - 9 September 2018 di Museum MACAN lagi ada pameran dari Yayoi Kusama: Life is The Heart of Rainbow. Ini adalah pameran skala besar pertama Kusama yang dipresentasikan di Indonesia dan mencakup lebih dari 130 karya.
Bagi yang belum tahu, Yayoi Kusama adalah seniman kontemporer Jepang yang berkecimpung di bidang pematungan dan instalasi. Ia juga aktif di bidang seni lukis, seni pertunjukan, film, mode, syair, fiksi, dan lain-lain. Kalau kalian melihat banyak karya Kusama yang berbentuk polkadot, ternyata ada cerita di balik itu semua lho. Jadi, Kusama sebelumnya tidak didukung menjadi seniman oleh keluarganya apalagi saat itu kondisi Jepang sedang dalam masa pemulihan dari kekalahan tragis pada Perang Dunia II dan bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945.
Hal itu berdampak kuat bagi psikis Kusama yang rapuh dan sejak kecil ia telah mengalami halusinasi. Di mana dalam halusinasinya itulah pikiran Kusama dipenuhi polkadot, yang kemudian menjadi obsesinya dalam berkarya.
Kalau kamu mau berkunjung dalam waktu dekat, disarankan untuk membeli tiket melalui online agar tak perlu mengantre lagi. Jadi kamu hanya memperlihatkan e-ticket di handphone lalu di-scan barcode deh sama petugas di sana. Harga tiket untuk dewasa (Rp100.000,-), pelajar (Rp90.000,-) dan anak (Rp80.000). Tiket hanya berlaku selama 2 jam dan bisa dipesan di sini ya.
Selain itu, sebaiknya gunakan alas kaki yang nyaman karena tempatnya cukup luas dan yang paling penting adalah taati peraturan yang berlaku. Pengunjung Museum MACAN ini terbilang cukup ramai terutama di akhir pekan. Jadi jangan kaget kalau ada antrean panjang saat ingin melihat instalasi, beberapa juga diberikan durasi yang hanya sepersekian detik saja agar bisa bergantian dengan pengunjung lain. Kalau kamu mau foto di dalam, sebaiknya persiapkan handphone dalam mode kamera saat dari luar. Kamera yang boleh digunakan hanya handphone saja dan tanpa menggunakan flash.
Menurut saya, sebenarnya mengabadikan momen di Museum MACAN sah-sah saja selama pengunjung mentaati peraturan dan tidak mengganggu pengunjung lain yang benar-benar ingin melihat karya seni. Oh iya, pastikan juga kamu tidak asal pegang karya yang ada. Karena masih banyak pengunjung yang bandel dan nekat lho. Waktu saya ke sana bahkan ada yang memeluk bola besar di bagain Dots Obsession, sampai deg-degan melihatnya. Duh, jangan sampai demi konten kamu jadi melanggar peraturan ya! Karena banyak cerita menarik di balik karya yang dibuat para seniman dan we have to respect them.
Sementara biar nggak bingung dengan alur instalasi mana yang harus dilihat terlebih dahulu, kamu bisa melihatnya di guide book yang diberikan petugas saat masuk yang dilengkapi juga dengan penjelasannya.
Oh iya, kalau kamu mengincar banget buat melihat instalasi Infinity Mirrored Room yang hits itu, sudah dipastikan antreannya bakal panjang banget bisa sampai 30 menitan. Saya sendiri tidak jadi mengantre karena durasi tiket yang sudah mau habis. Nah, mungkin saat baru datang kamu bisa langsung antre instalasi itu baru kemudian ke instalasi yang lain.
Kalau saya pribadi paling suka dengan instalasi Art and Body Performance, khusus instalasi ini pengunjung tidak boleh mendokumentasikan apapun dan harus berusia 18+ karena ada konten yang dikategorikan untuk dewasa. Menurut saya, di instalasi ini saya bisa mengenal lebih dekat Yayoi Kusama. Di ruangan dengan aura yang lebih "dark" ini banyak terpajang foto-foto Kusama saat masih muda, saya nggak habis pikir sih kok di zaman itu dia terlihat keren dan aesthetic banget. Bahkan seperti foto-foto di tahun sekarang yang dipakai filter "vintage" ataupun "black and white".
Jangan sungkan juga untuk bertanya ke para Asisten Museum yang selalu standby di beberapa titik. Mereka sangat membantu dan memberikan penjelasan dengan rinci. Untuk Museum MACAN ini sifatnya permanen ya, namun untuk pamerannya bisa berganti-ganti.





0 komentar:
Posting Komentar