Search

Content

0 komentar

Haruskah Berdebat?

Setiap bulan Puasa selalu saja ada perdebatan tentang "hormati orang yang berpuasa" vs "hormati orang yang tidak berpuasa". Pro dan kontra menghiasi media massa, elektronik dan sosial. Terlebih dengan adanya pemberitaan razia warung makan di Serang Banten. Dimana seorang ibu bernama Saeni (53) menangis ketika makanan di warungnya diangkut oleh Satpol PP. Hal ini mengundang simpati dari netizen, bahkan mereka melakukan donasi untuk ibu Eni hingga mencapai 200 juta lebih dalam waktu kurang dari 2 hari.



Saya di sini hanya ingin berpendapat. Saya merupakan warga Kota Serang. Saya memang tahu ada peraturan dilarang berjualan makanan saat siang hari di bulan Ramadhan. Hal ini diatur pada Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pencegahan, Pemberantasan, dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat. Namun dari beberapa tahun pula setiap lihat peraturan ini di koran, saya selalu tidak setuju. Saya merasa hal tersebut keterlaluan, terlebih jika melanggar dapat dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama 3 (tiga) atau denda paling banyak Rp 50.000.000. Baca selengkapnya di sini.



Kenapa saya tidak setuju?

Pertama, saya merasa tersinggung karena dianggap memiliki Iman yang lemah. Masa cuma karena lihat orang makan kita jadi ikutan batal puasa? Yah nggak dong. Mau ada yang minum es campur pas Siang terik di depan kita kalau kita niat puasa mah yah nggak bakal tergoda. Kita bukan generasi manja, kan?

Kedua, menyuruh orang untuk tidak berdagang sama saja dengan menghalangi rezeki orang lain.

Ketiga, tidak semua warga Serang beragama Islam dan tidak semuanya berpuasa, karena ada hal-hal tertentu yang membolehkan untuk tidak berpuasa. Saya jadi ingat di tahun 2014 ketika beberapa foreigners yang yang saya temani saat mengikuti project di Serang mengaku kesulitan untuk makan karena semua warung makan pada tutup di bulan Puasa. Bayangin aja wajah-wajah lemas mereka huhu. Kalaupun ada yang tidak berpuasa karena malas dan sebagainya. Yah itu urusan mereka dengan Tuhan.

Saya berpikir bahwa pemberitaan bu Eni menjadi viral merupakan hal yang baik karena sudah saatnya Pemerintah Kota Serang berintrospeksi dan mendengarkan pendapat masyarakat. Sejujurnya, sangat sulit bagi warga Serang untuk memberikan kritik dan saran bagi Pemerintah karena tidak adanya wadah untuk hal tersebut. Saya iri dengan warga Kota Bandung dan Jakarta yang dimana pemimpin mereka membuka akses selebar-lebarnya bagi masyarakat yang ingin memberikan kritik dan saran untuk Pemerintah. Salut!

Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, namun bukan berarti negara Islam. Maka, seorang pemimpin di Indonesia baik negara dan daerah harus menjadi pemimpin untuk semua umat. Bahkan Menteri Agama pun harus adil mengurusi semua agama.

Ini hanya pendapat saya, kalau kamu punya pendapat lain yah silakan. Semua punya hak untuk berpendapat, tapi jangan lupa untuk menggunakan etika dan sopan santun. Jadilah pengguna media sosial yang bijak dan cerdas, jangan mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, jika ingin membandingkan hal satu dan lainnya, usahakan untuk apple to apple yah biar tidak melenceng ke mana-mana. Have a great day!

Baca selengkapnya »
0 komentar

AADC 2

Kemarin saya pergi ke Bioskop dan menonton 2 film sekaligus yaitu Civil War dan AADC 2. Antriannya luar biasa panjang, walaupun saya datang sekitar jam 11 dan bermaksud mengambil jam tayang pertama tapi tetap lho nggak kebagian. *sigh*

Sesuai judul postingan kali ini, maka saya akan membahas tentang AADC 2. Bukan review film yang terlalu serius dan dalam yah, karena sepertinya saya juga belum mampu haha.



AADC 2 merupakan sekuel dari Ada Apa Dengan Cinta yang sebelumnya dirilis pada tahun 2002. Sekuel ini digarap berkat tingginya antusias masyarakat yang ingin melihat kelanjutan kisah Cinta dan Rangga, karena sebelumnya terdapat film pendek yang dibuat oleh aplikasi LINE untuk iklan mereka. Jadi setelah 14 tahun berlalu dan entah berapa purnama terlewati, akhirnya AADC 2 rilis pada tanggal 28 April 2016 dengan pemain-pemain yang masih sama seperti dulu yaitu, Cinta (Dian Sastrowardoyo), Rangga (Nicholas Saputra), Maura (Titi Kamal), Carmen (Adinia Wirasti), Milly (Sissy Priscillia),  dan Mamet (Dennis Adhiswara). Lalu ke mana Alya (Ladya Cheryl)? Jadi, pada dunia nyata, Ladya sedang menempuh studinya dan tidak memungkinkan untuk melakukan syuting. Begitu. Terus kalau di filmnya dia ke mana? Yah tonton aja lah, saya tidak mau spoiler hoho.

Eh tapi lucunya nih yah untuk film AADC 2 ini banyak banget segerombolan ibu-ibu yang nonton bareng. Di sebelah saya duduk aja ada segerombolan ibu-ibu pada nangis saat nonton. Mungkin keinget zaman remaja dan keinget mantan dulu kali yah atau malah sedih karena di usia 30an body mereka tak seperti Dian Sastro. *krai* Kalau saya sih keinget main petak umpet bareng kali yah, karena waktu AADC pertama tayang di bioskop, saya masih kelas 2 SD lho dan tidak diizinikan untuk nonton hahaha. *ya iyalah* 

Saya tidak memiliki ekspektasi yang tinggi untuk film AADC 2 ini dan tidak mau mencari info lebih dalam tentang ceritanya sebelum saya nonton, karena spoiler di mana-mana yawla. Lalu, apakah film ini patut ditonton? Menurut saya, iya. Walaupun saat menonton film ini ada beberapa kesan yang kayak lagi nonton FTV dan kadang ada hal-hal yang terlalu dipaksakan untuk kehidupan manusia usia 30-an juga alur ceritanya mudah ditebak. Tapi saya sih tetap suka. Apa lagi banyak adegan-adegan lucu yang membuat seisi Bioskop pada ketawa, terutama celetukan-celetukan khasnya Milly. Nicsap is still hawt lho dan Dian Sastro pun cantik banget dan masih terlihat awet muda.

Oh iya, di film ini tetap diisi oleh puisi-puisi yang romantis dan kali ini pengarang aslinya adalah si @hurufkecil atau Aan Mansyur. Saya salah satu followers lamanya di twitter hihi. *sembah* Untuk soundtrack-nya film-nya sendiri kebanyakan masih menggunkana lagu yang lama dan beberapa lagu baru. Tapi menurut saya sih masih lebih bagus yang lama.

Pokoknya kalau mau nonton AADC 2 disegerakan lah, it's woth the watch. Belum seminggu tayang aja penontonnya udah 1 juta lho. *tepuk tangan*
Baca selengkapnya »
0 komentar

The Jungle Book

Beberapa hari yang lalu saya pergi ke bioskop dan menonton film The Jungle Book. Film fantasi petualangan Amerika yang disutradarai oleh Jon Favreau ini bercerita tentang seorang anak laki-laki yang bernama Mowgli (Neel Sethi). Ia hidup di hutan sedari kecil dan dibesarkan oleh kawanan serigala.

Saya sangat kagum dengan film ini karena satu-satunya manusia beneran di sini adalah si pemeran utama tersebut. Sementara pemeran pendukung lainnya hanya sebatas hasil rekaan efek visual yang suaranya diisi oleh aktor dan aktris terkenal seperti Scarlett Johansson (Kaa), Bill Murray (Baloo), Idris Elba (Shere Khan), Ben Kingsley (Bagheera), Christopher Walken (King Louie), Lupita Nyong'o (Raksha), dan Giancarlo Esposito (Akela). Begitu pula latar tempatnya yang merupakan hasil olahan CGI.

Saya yang hanya penikmat film biasa tentu saja dibuat nganga dan bertanya-tanya seperti "lho ini animasi tapi kok kayak asli gini sih?" "astaga ini gimana proses syutingnya?" dan lain-lain. Selain itu alur ceritanya membuat kita tegang, sedih, ketawa, dan terharu. Lengkap. Pokoknya film ini cocok banget buat kamu-kamu yang mau ngajak adik, anak atau keponakan. :D

Cek trailer-nya di sini:

Baca selengkapnya »
0 komentar

Akhirnya Lulus Juga!

25 Februari adalah salah satu hari yang paling menegangkan sekaligus membahagiakan bagi saya. Kenapa? Karena hari itu merupakan hari penentuan bagi saya untuk lulus atau tidak menjadi sarjana ilmu komunikasi setelah 4 tahun lebih menuntut ilmu. Hasilnya? Iya, saya lulus. Akhirnya. Rasanya? Senang bukan main. Pertanyaan "kapan lulus?" yang memborbardir saya satu tahun belakangan ini akhirnya terjawab juga. Walaupun melesat jauh dari target sebelumnya, tapi yaudahlah yah.

Mengerjakan skripsi bukanlah satu hal yang mudah. Percayalah. Saya butuh waktu sekitar 11 bulan untuk menyelesaikannya. Kenapa begitu lama? karena skripsi bukan hanya tentang kita seorang, tapi juga ada dua orang dosen pembimbing yang ikut serta membantu memberikan saran dimana hal inilah yang kadang membuat bingung harus mengikuti yang mana. Satu semester pertama saya mengontrak skripsi hanya stuck di bab 1 sampai 3 dengan permasalahan yaitu: teori. Entah berapa banyak saya mengganti teori, judul bahkan masalah penelitian. Barulah di semester berikutnya saya mulai berjalan maju dimana saya bisa melaksanakan sidang outline atau presentasi hasil bab 1 sampai 3 yang berarti satu langkah lebih maju, tapi ternyata tetap saja teori menjadi masalah dan harus diganti. Namun setelah outline saya mendapatkan teori yang sekiranya pas dan akan saya gunakan hingga akhir.

Di ujung semester kedua saya mengontrak skrispi, saya sudah memasuki bab 4. Namun sedihnya, saya harus membayar SPP lagi di semester berikutnya dan mengontrak skripsi lagi. Padahal saya hanya butuh waktu beberapa minggu lagi untuk menyelesaikan skrispi. Hal ini terbukti dari jarak saya bayar SPP sampai daftar sidang tidaklah butuh waktu yang lama. Nyesek? Banget. Tapi ya sudahlah mungkin rezekinya kampus saya hoho.

Hal yang saya senangi dalam proses skripsi ini adalah saya jadi lebih mandiri. Bagaimana tidak, teman-teman kelas saya kebanyakan lebih santai dan mogok mengerjakan skripsi. Itu membuat saya pada awalnya kayak anak hilang haha. Tapi ternyata dari situ saya bisa mengenal teman-teman baru yang ternyata memiliki dosen pembimbing yang sama. Dari situ kita jadi lebih dekat karena bisa saling sharing tentang suka duka skripsi ini dan saling menyemangati satu sama lain.

Saya mengucapkan terima kasih banyak tentunya kepada kedua orang tua saya yang sudah bawelin saya terus haha. Love you both, Mah, Pak. Juga teman-teman kelas dan bimbingan. Semangat terus buat kalian yang masih berjuang. Don't you dare to give up. The future is getting closer. *cheers*

Akhirnya kesampaian juga foto di sini hehe
Teman-teman kelas dan seperjuangan.
 (Dari kiri atas ke kanan atas: Dwi-Fahmi-Me-Monic-Ovan-Dzikri.
Kiri bawah ke kanan bawah: Alzasya-Teguh-Iqbal)
Diajak foto bareng taunya digotong dan ujung-ujungnya jatuh haha
Teman-teman bimbingan.
(Kiri ke kanan: Ibos-Me-Isti-Lena)

Baca selengkapnya »

A's

TODAY

Favorite Blogger